aku hanya bisa terdiam memandangnya
namun...
tersenyum hatiku didalamnya
ada rasa yang indah,
menangis haru hatiku di lubuknya
ada syukur yang terucap,
karna bagiku
menerima kelebihan orang yang kita cintai sangatlah mudah
namun menerima kekurangannya adalah perjuangan untukku
karena diriku tidak pernah tahu kemana arah takdir Nya
aku gelap memandang kedepan, hanya cahaya doa yang aku bawa untuk menempuh perjalanan ini
aku tidak perlu alasan kenapa aku ingin hidup bersamanya
tidak pernah aku menemukan alasannya jika dia menanyakannya padaku
mungkin terlalu rumit untuk diungkapkan
dengan segala kerendahan hati
kembali ku menyapanya
kembali ku menghapus air matanya
mengapa kehadirannya(lagi) kali ini terasa berbeda
Apakah benar? Bagaimana jika? lalu mengapa?
Frasa-frasa itu terus memenuhi benakku
yang membuat dia sedih jika mendengarnya
seakan rasa percayaku tak ada lagi untuknya
aku tak tahu
sangat buta kali ini
meninggalkannya kali ini akan menyakitinya
begitu juga dengan diriku
tapi apakah bisa memupuk kembali rasa percaya itu
yang telah habis terkikis oleh keegoan dia
karena dia terlalu memikirkan perasaannya sendiri
asyik seperti anak kecil yang tak pernah mau tau
perasaan orang lain(diriku dianggap orang lain)
apakah bisa menumbuhkan kembali rasa percaya itu
aku buta ya Rabb
Aku sangat buta
pernah ku utarakan hal ini padanya
reaksi dia membuat haru hatiku
ada air mata kesungguhan kali ini
dia sangat tidak ingin melepasku
air matanya itu telah membasahi hatiku
dan aku masih mencintainya
mengapa aku masih mencintainya...
aku sadar aku masih mencintainya...
aku akan berusaha memupuk kembali
rasa percayaku kepadanya
merawatnya dan terus mambiarkannya tumbuh liar
memenuhi ruang hatiku...
meskipun kadang aku marah
uring-uringan tanpa sebab
ketika membuka kembali masa lalu
masa lalu yang akan sangat membuatku marah besar
aku perlu belajar menerimanya
aku perlu waktu yang panjang untuk mengeringkan luka ini
ya Alloh ampunilah hamba Mu ini
mudahkanlah jalannya jika memang Engkau memberikan ridho Mu.