Tuesday, August 12, 2008
Saturday, August 2, 2008
Perihal Pengalaman Hidup
Penerbangan dari El Tari Kupang menuju Larantuka adalah penerbangan yang akan slalu kuingat... selasa 16 Januari 2007.
Penerbangan dengan menggunakan pesawat Cassa (red: grobak terbang), maskapai Merpati, pengalaman 45 menit diatas awan yang membuat kita bener2 merasa gak berdaya, merasa pasrah (dzikir terus sepanjang penerbangan), lha gimana nggak? Pesawat model Cassa kalo di ibaratkan transportasi darat, yah sekelas metromini gitu lah....
Suara mesin baling-baling dari sayap kanan dan kiri sangat bising terdengar dari cabin, kalo kena angin ke kiri pesawat ikut goyang ke kiri, kena angin ke kanan yah goyang ke kanan juga,,,
Kursinya kagak pake nomer..., seluruh penumpang boleh bebas pilih tempat duduk, bahkan kalo pas lagi penuh penumpangnya, malah ada yang berdiri segala,,,(gila aja, ada tiket tanpa kursi segala).....
Kedua.
Petulangan baru dimulai. Sesaat sebelum pesawat Landing di bandara Larantuka, tampak dari atas gugusan pulau hijau nan indah pokoknya bagus dech.. Nah sekarang bandaranya, dari pengamatan aku liat mungkin panjang landasan pacunya gak panjang yah sekitar 2 km, maklum ini bandara cuma buat pesawat kecil tok macam Cassa.
Begitu keluar dari pintu pesawat, paru-paruku langsung menghirup udara Larantuka yang terasa sangat alamiah, sejuk, dengan sepoi angin berhembus pokoknya asik. Gak ada lagi asap knalpot metromini, kopaja, steady save, bianglala, mikrolet, dsb....
Bandaranya kecil, mirip terminal bis, gak ada boarding pass, gak ada pintu detektor logam, gak ada star buck, gak ada kafe, apa lagi hot spot...
Ketiga.
Kantor kita nih. Mirip vila, asri banget, dengan taman-taman bunga di halamanya, bangunannya masih baru coz nih kantor belum diresmikan Dirjen Perbendaharaan (wah jadi perintis...).
Fasillitas terhitung memadai, ruang ber-AC, Komputer, koneksi internet, Ruang rapat, meja pingpong, mushola, lapangan tennis (bisa buat futsal juga), kamar mandi bersih,semua ada tinggal di tambah PS2 mantap lah (red: kebetulah kita sudah persiapan bawa PS2 dari Jakarta) Pokoknya layak huni.
Rumah ku adalah istanaku, Kantorku juga adalah istanaku, Jadi yah Kantorku adalah rumahku (silogisme para perantau) Ha...ha...ha..
Trus kalo bicara soal view (red:pemandangan), asli mantap banget, gimana gak mantap lha wong kalo kita buka jendela belakang kantor, kita bisa ngliat gunung Ilemandiri, nah kalo kita buka jendela yang menghadap kedepan kita akan bisa menikmati hamparan laut yang indah (dari lantai dua tentunya).
Oh iya disini kagak ada banjir kayak yang lagi terjadi di kampung melayu dan daerah jakarta lainnya sana, pokoknya aman dech...
Nah sekarang kita bicara masalah sosiokultural, at all masyarakat disini sangat keras, dari nada bicara, bentuk fisik, sampai temperamennya. Yah mungkin karena kita kan orang jawa, jadi kita punya latar belakang budaya yang berbeda. Sama halnya orang Flores ngliat kita orang jawa, " Aeh, kaka itu orang jawa lambat sekali..., dong pung bicara pelan sekali...."(Red:dengan logat bicara orang flores). Nah dari sini kalo kita nggak pinter-pinter memposisikan diri, bisa menyebabkan gesekan-gesekan kultural, pokoknya disini kita berpegang pada pepatah Dimana bumi dipijak disitu langit kita junjung, asalkan prinsip dan keyakinan kita jangan ikutan berubah.
Ada satu kultur orang timur (Indonesia bagian Timur), doyan banget sama mabok, nggak tua nggak muda semua suka mabok. Bahkan kalo malam taun baru disini diadakan turnamen minum (miras), gila nggak??? Pokoknya jangan sampe dech,,, No drunks for me... Pengen rasannya bisa ngajak temen2 yang doyang mabok biar bisa berhenti, masa muda kita akan dibawa kemana kalo bisanya mabok doank,,,
Salutnya sama orang sini, kalo kesan pertama kita sama mereka udah baik, selanjutnya mereka akan ringan tangan sekali kalo dimintain tolong, kalo kita minta bantuan apapun mereka pasti berusaha buat bantu kita, apalagi kalo kita sampai bertamu ke rumah mereka, wuaduh....mereka akan sangat tersanjung sekali....
Friday, August 1, 2008
Perihal Permasalahan dalam Kehidupan
Percaya, setiap kita berhasil melewati sebuah problem hidup, kita akan dapat sebuah pelajaran yang akan sangat berharga buat menjalani kehidupan ke depannya...
Jatuh bangun dalam menghadapi tebing terjal, batuan kerikil, yang mau gak mau kita pasti harus merangkak mendaki tebing itu....berpegangngan ke setiap pohon yang ada bisa membantu kita untuk mencapai puncaknya,
Baju kotor, keringetan, kaki pegel, kram berkali-kali, kpleset krikil, telapak tangan lecet, dengkul kita luka, wajar lah..., ketatap batang pohoh lah..., asli semua pasti ngalamin yang kayak gitu....
Tapi...., setelah sampai di atas, kita bisa menikmati hamparan luas padang edelweis yang indah, dengan utara selatan nya di apit tebing yang hijau rindang...pokoknya bagus banget deh pemandangannya...
(gunung Pangrango banget)
Begitu juga dengan setiap pertengkaran yang terjadi pada kita, kita harus bisa menyelesaikan sesegera mungkin, gak usah pake nunda-nunda, tinggalin semua egoisme yg kita miliki, minta maaf dulu gak ada salahnya....
Seberapapun ngeselinnya Dia, seberapapun dongkolnya diri kita,,, tarik napas dalam-dalam temui Dia segera, atau segera ambil ponsel, telpon Dia, bicara perlahan dengan hati yang rendah, apalagi kalo Dia adalah orang yang kita sayangi..., gak ada buruknya sama sekali, niatin aja untuk berbuat yang terbaik...
percaya...
Dia pasti akan memberikan maafnya dengan tulus kepada kita...
Dan mulai saat itu segera masukan masalah ini dalam list agar dilain hari kesalahan itu sebisa mungkin kita hindari, walaupun gak menutup kemungkinan akan terulang lagi, tapi paling tidak kita sudah punya pegangan bagaimana kita harus bertindak...
Apalagi Dia adalah yang kita sayangi.....
Itu juga berlaku di dunia kerja,
Seabrek kerjaan dari atasan kita, semua deadline yang diberikan kepada kita, kudu kita terima dengan ringan hati, soalnya... kalo kita merasa terbebani, yang ada malah kita kerja gak ikhlas...., enjoy it, bermainlah dengan rutinitas kerjaan kita, jadikan seperti sebuah permainan, step by step selesaikan semuanya yang ada di meja kita....
Do the best...
Bikin Salah? Gak masalah, segera perbaiki, dan terus melangkah ke deadline berikutnya, Capek boleh saja, wajarnya manusia, istirahat, jernihkan pikiran, ngobrol dengan orang yang terdekat dengan kita via telpon, cerita masa lalu yang indah, atau sekedar SMS just say " Asslkm, pa kbr? Gi ngapain?".
Kalo udah merasa enakan, segera lanjut kerja lagi....
Stres? itu pasti, manusiawi juga kok..., lha wong waktu terus berjalan, sedangkan kerjaan masih menumpuk di meja kita...,terus melangkah saja, pelan-pelan...., kadang sedikit lari lebih bagus,, tapi kudu tetep Cool, tenang..., cepat bukan berarti buru-buru....
Tempel foto-foto orang terdekat di meja kerja kita, ato jadikan wallpaper di komputer, atau juga di ponsel kita...pokoknya biar bisa kita liat sesering mungkin, semua itu bisa ngeffect saat kita lagi butuh motivasi, saat kita lagi ngrasa down...
Oiya ini juga penting kita terapin di kantor, jadikan waktu sholat adalah saat rekreasi kita (our soul), rohani kita perlu juga di charge...ibarat baterai handphone gitu dech..., kalo gak pernah di charge bisa lowbatt, lama-lama PETT...mati. Nikmatin tiap gerak, tarik napas yang dalam saat takbir, Allahu akbar....
Ya udah met kerja...
Met menikmati perjalanan panjang hidup ini...
Ya Allah tuntunlah hambamu ini...
Selamat Datang di Catatan Atas Laporan Kehidupanku.
Secara resmi blog pribadi milik saya ini mulai beroperasi terhitung mulai tanggal 2 Agustus 2008.
Blog ini sengaja saya beri judul Catatan Atas Laporan Kehidupan karena terinspirasi oleh Laporan Keuangan Pemerintah Pusat yang sampai periode 2008 masih saja memperoleh predikat DISCLAIMER oleh auditor dari Badan Pemeriksa Keuangan. Banyak opini masyarakat yang beredar mengenai anugerah disclaimer yang diberikan pada LKPP, ada yang bilang kalau isi LKPP masih jauh panggang dari api saampai-sampai BPK membuka saja enggan apalagi memberi penilaian, ada juga yang bilang kalau para auditor BPK sebetulnya yang gak ngerti isi LKPP, jadi dari pada pusing mendingan tidak memberi penilaian alias Disclaimer....
Ahh saya sih nggak tau mana yang salah mana yang bener...
yang saya tau bahwa LKPP adalah hasil jerih payah pemerintah sebagai penyelenggara negara untuk mempertanggungjawabkannya kepada rakyat...
asal tau saja, kalo LKPP itu nggak gampang lhoh bikinnya, gak kayak bikin onde-onde....
apalagi kompilasi dari seluruh jagat nusantara ini...
Nah dari cerita diatas itu tadi, saya sebagai orang biasa (as a common people) ingin memperbaiki Catatan Atas Laporan Kehidupan (CaLK) saya terlebih dahulu, sebelum mampu menyajikan Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK) Pemerintah Pusat yang Akuntabel dan Transparan kelak suatu saat nanti....
Berikut ini kami sajikan CaLK- Catatan Atas Laporan Kehidupan.
Welcome.
